Me

Me

Senin, 11 Januari 2010

Rahasia di Balik Sakit - Sungguh aq Ridho ^___^

#Lowest Low 2009
Setahun yg lalu, tepat d bulan Jan cobaan yg berat hrs aq jalani meski sdg berbadan dua. Rasanya ng adil Allah menghukum aq dng berbagai cobaan yg datang bertubi-tubi tanpa bertanya sebelumnya kpd aq, apakah aq sanggup menerima smua cobaan ini?

Sumpah serapah meluncur dng entengnya dr bibir yg pucat pasi ini, bagaimana tidak aq ng tau sakit ap, rasa sesak menghingapi tubuh ini, tiap hari harus menelan pil2 obat di tambah jarum suntik di nadi tangan kanan dan kiri ku ... hfffff, rasanya aq ingin sekali mati, sungguh ng sanggup aq menjalani ini smua, jika pun aq bertahan karena aq sedang mengandung.

......

Ahhh, jika flash back ke tahun 2009, adl tahun yg amat sangat tidak menguntung buat aq, kalau pun aq punya list pasti ng akan cukup satu buku, saking banyak ny cobaan yg aq lalui, ... Alhamdulillah, aq sadar kalau Allah teramat sangat sayang dng aq sehingga Ia sll memberikan aq cobaan, apakah aq bisa 'naik kelas'? Tengkyu Allah, ... for loving me with diff way.

Ad Hikmah d balik Sakit
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)

Sakit akan menghapuskan dosa. Penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya. Sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)

Subhanallah ... Begitu besar cinta-Mu kepadaku Ya Robb .... Sungguh aq Ridho atas segala ap yg tlh Engkau timpakan kpd aq, semoga di Tahun 2010, dst Engkau tetap mencintai aq sebagaimana Rasullulah dan Para Sahabat & Kerabat nya mencintai-Mu. Dan aq meminta kpd-Mu segala hal Kebaikan untuk aq dan dd Rasheesa, begitu jg untuk keluarga ku, semoga Engkau menjauhkan aq dr segala Keburukan dri segala arah ... Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar